
Perlu Kamu Ketahui Bahayanya. Ini Mitos vs Fakta Penanganan Gigitan Ular
05 Agustus 2025 - dibaca 61 kaliGigitan ular berbisa adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman atau mitos yang beredar di masyarakat, bahkan sering kali dipraktikkan tanpa disadari justru memperburuk kondisi korban.
Berikut ini adalah beberapa mitos umum yang perlu dihindari, beserta penjelasan medis yang benar:
1. Menyayat Luka Gigitan
Mitos: Menyayat luka dapat mengeluarkan racun dari tubuh.
Fakta: Racun ular menyebar melalui jaringan limfa dan telah masuk ke sistem tubuh sesaat setelah gigitan terjadi. Menyayat luka hanya akan menyebabkan kerusakan jaringan tambahan, meningkatkan risiko infeksi, dan memperparah pendarahan.
2. Mengisap Racun dengan Mulut
Mitos: Mengisap racun dari luka dapat mencegah penyebaran racun.
Fakta: Racun yang sudah masuk tidak bisa disedot keluar dengan mulut. Tindakan ini justru dapat membahayakan penolong jika terdapat luka kecil di mulutnya, serta memperbesar risiko kontaminasi silang.
3. Memberikan Es atau Membekukan Luka
Mitos: Es dapat memperlambat penyebaran racun.
Fakta: Pendinginan ekstrem menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang justru memperparah kerusakan jaringan dan membuat evaluasi medis menjadi lebih sulit. Es tidak menghambat penyebaran racun melalui sistem limfa.
4. Memberikan Alkohol atau Kafein
Mitos: Alkohol atau kafein membantu korban tetap sadar dan kuat.
Fakta: Zat ini merangsang sistem saraf dan mempercepat denyut jantung, sehingga mempercepat penyebaran racun. Selain itu, alkohol juga mengganggu kemampuan tubuh dalam menangani syok dan reaksi alergi.
5. Menggunakan Torniket atau Ikatan Sangat Kencang
Mitos: Mengikat dengan sangat kencang akan menghentikan racun naik ke jantung.
Fakta: Torniket yang menghentikan aliran darah total dapat menyebabkan kematian jaringan (gangren), yang dalam banyak kasus lebih berbahaya daripada racunnya sendiri. Yang dibutuhkan adalah pembalut tekanan yang membatasi aliran limfa, bukan darah.
6. Mengejar dan Membunuh Ular untuk Identifikasi
Mitos: Ular perlu dibunuh dan dibawa ke rumah sakit agar bisa diidentifikasi.
Fakta: Mengejar ular hanya menambah risiko gigitan berikutnya. Identifikasi bisa dilakukan berdasarkan ciri fisik yang diingat atau difoto dari jauh jika memungkinkan. Prioritas utama adalah menyelamatkan korban, bukan menangkap ular.
7. Menggunakan Obat-obatan Herbal atau Antibiotik
Mitos: Ramuan atau antibiotik bisa menangkal racun.
Fakta: Tidak ada obat tradisional atau antibiotik yang efektif melawan bisa ular. Satu-satunya terapi yang terbukti secara klinis adalah pemberian antivenom (serum antibisa) oleh tenaga medis terlatih.
Penanganan gigitan ular harus dilakukan dengan prinsip “jangan menambah kerusakan dan jangan mempercepat penyebaran racun”. Banyak metode lama yang terbukti tidak efektif atau bahkan membahayakan. Edukasi yang benar dan tindakan pertama yang tepat dapat menyelamatkan nyawa.
Jika terjadi gigitan ular, tetap tenang, imobilisasi bagian tubuh yang tergigit, hindari semua mitos di atas, dan segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan antivenom.