Logo Co-Ran
22 Tahun Perjalanan Skype Akan Ditutup Microsoft Tahun Ini.

22 Tahun Perjalanan Skype Akan Ditutup Microsoft Tahun Ini.

Sebelum ada Zoom, sebelum FaceTime jadi fitur wajib di HP, dan sebelum video call jadi hal biasa di aplikasi chat—ada Skype.

Microsoft membeli Skype pada tahun 2011 seharga $8,5 miliar, saat aplikasi ini masih jadi raja dalam dunia panggilan suara dan video via internet. Tapi, karena berbagai tantangan internal dan persaingan ketat, kejayaannya perlahan memudar.

Dan kini, setelah lebih dari dua dekade, Skype akhirnya resmi "menggantungkan headsetnya".

Pindah ke Microsoft Teams

Microsoft mengonfirmasi bahwa Skype akan pensiun pada Mei 2025, dan semua layanan komunikasinya akan digabungkan ke Microsoft Teams.

Bagi pengguna lama, jangan khawatir! Kamu bisa langsung login ke Teams dengan akun Skype-mu untuk mengakses chat dan kontak lama. Kalau tidak ingin pindah, masih ada opsi untuk mengekspor data Skype sebelum layanan ini benar-benar dimatikan.

"Skype sudah menjadi bagian penting dalam membentuk komunikasi modern dan menciptakan banyak momen berharga. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini," tulis Jeff Teper, Presiden Microsoft 365 Collaborative Apps + Platforms.

Perjalanan Panjang Skype

Skype pertama kali muncul pada 2003, lalu dibeli oleh eBay pada 2005 seharga $2,6 miliar. eBay kemudian menjual mayoritas sahamnya ke investor pada 2009, hingga akhirnya Microsoft mengakuisisinya pada 2011.

Saat itu, pembelian Skype menjadi akuisisi terbesar Microsoft, sebelum akhirnya tersalip oleh:

  • Activision Blizzard ($68,7 miliar, 2023)
  • LinkedIn ($26,2 miliar, 2017)
  • Nuance ($19,7 miliar, 2021)

Microsoft sebenarnya sudah punya teknologi serupa untuk panggilan dan chat. Tapi, mereka berharap popularitas Skype bisa membantu mereka bersaing di dunia online.

Dulu, Skype adalah raja video call. Nada deringnya ikonik, dan kata "Skyping" sempat seterkenal "Googling". Aplikasi ini sering muncul di film, serial TV, bahkan jadi standar komunikasi jarak jauh di masa itu.

CEO Microsoft saat itu, Steve Ballmer, bahkan mengatakan:

"Skype adalah produk dan merek fenomenal yang dicintai ratusan juta orang di seluruh dunia."

Microsoft pun mengintegrasikan Skype ke dalam Windows, Xbox, Outlook, dan Office. Bahkan tahun lalu, mereka masih memasukkan AI-powered Bing ke Skype.

Kenapa Skype Kalah?

Salah satu kesalahan besar Microsoft adalah mempertahankan Lync, layanan chat dan video call untuk bisnis, meskipun sudah punya Skype. Ini membuat mereka kehilangan fokus dalam membangun satu platform komunikasi yang solid.

Akhirnya, Lync diubah menjadi Skype for Business, tapi itu pun kalah bersaing dengan aplikasi lain seperti WhatsApp, FaceTime, dan terutama Zoom. Microsoft pun mengumumkan pada 2017 bahwa Skype for Business akan digantikan oleh Teams.

Pada Maret 2020, di awal pandemi, Skype masih punya 40 juta pengguna aktif harian. Tapi, Zoom lebih cepat menarik perhatian dunia.

Kini, Microsoft Teams sudah mencapai 320 juta pengguna aktif bulanan (per Desember 2023).

Kesimpulan

Skype mungkin sudah kehilangan tahtanya, tapi tak bisa dipungkiri bahwa aplikasi ini pernah menjadi pelopor dalam dunia komunikasi online.

Sekarang, saatnya kita mengucapkan selamat tinggal pada salah satu aplikasi legendaris ini. Terima kasih, Skype, untuk semua momen berharga yang telah kamu berikan!






Salin Tautan